Postingan

Gerakan Injili dan Panggilan Gereja

Untuk memahami secara komprehensif tentang topik ini sebagaimana yang diajarkan oleh Alkitab, maka pembahasannya saya mulai dari pokok tentang panggilan gereja, kemudian masuk pada pokok tentang gerakan Injili. Kenapa, karena gereja dalam mewujudkan tugas dan panggilannya mengalami berbagai fase perkembangan dan perubahan-perubahan, termasuk munculnya gerakan injili.   1. Misi Allah Bagi Dunia. Membahas tentang panggilan gereja, tidak dapat dipisahkan dari pembahasan misi Allah bagi dunia ini. Sejak kejatuhan manusia kedalam dosa, Allah di dalam kasih-Nya yang kekal, menyatakan tindakan-Nya menyelamatkan manusia dari dosa. Firman Allah berkata, “ Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini , antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu dan engkau akan meremukkan tumitnya ” (Kej. 3:15). Ayat ini dikenal sebagai Proto-Evangelium (Injil Pertama). D ua unsur penting dalam ayat ini yang sebelumnya tidak dikenal di Taman Eden, yaitu k...

Jadilah Duta Perdamaian

2Kor. 5:20 Jadi kami ini adalah utusan-utusan Kristus, seakan-akan Allah menasihati kamu dengan perantaraan kami; dalam nama Kristus kami meminta kepadamu: berilah dirimu didamaikan dengan Allah. Sejak manusia jatuh ke dalam dosa, saat itulah terjadi mulai terjadi permusuhan (Kej. 3:15). Mereka diusir dari taman Eden dan Allah menempatkan beberapa kerub dengan pedang yang bernyala-nyala dan menyambar-nyambar, untuk menjaga jalan ke pohon kehidupan. Di dalam Tindakan menghalau ini, sesungguhnya ada wujud kasih Allah kepada manusia, yaitu mencegah manusia dalam keberdosaannya memakan buah pohon kehidupan. Dosa yang dimulai di taman Eden, menjadi pangkal berbagai kejahatan, yang menyebabkan manusia semakin jahat dan semakin berseteru dengan Allah. Allah yang Mahakasih selalu berupaya agar manusia bisa diselamatkan. Ia mengutus para nabi untuk memperingatkan umat-Nya, dan pauncaknya Ia mengutus Anak-Nya sendiri. Yesus datang menyelamatkan manusia dengan cara Ia mengorbankan diri-Nya ...

“CURHAT KEPADA TUHAN”

1Samuel 1:7-10 Demikianlah terjadi dari tahun ke tahun; setiap kali Hana pergi ke rumah TUHAN, Penina menyakiti hati Hana, sehingga ia menangis dan tidak mau makan. Lalu Elkana, suaminya, berkata kepadanya: "Hana, mengapa engkau menangis dan mengapa engkau tidak mau makan? Mengapa hatimu sedih? Bukankah aku lebih berharga bagimu dari pada sepuluh anak laki-laki?" Pada suatu kali, setelah mereka habis makan dan minum di Silo, berdirilah Hana, sedang imam Eli duduk di kursi dekat tiang pintu bait suci    TUHAN, dan dengan hati pedih    ia berdoa kepada TUHAN sambil menangis tersedu-sedu. Hana mendapatkan perlakuan tidak adil dari suaminya, serta mendapat tekanan dari Penina, madunya. Ia tidak punya anak, sehingga lengkaplah kepedihan yang ia alami. Ke mana lagi ia hendak mencurahkan isi hati dan pergumulannya? Namun ia tahu bahwa Tuhan Mahamendengar rintihan setiap umat-Nya. Ia tahu bahwa di Silo, di rumah Tuhan, yaitu rumah doa, ia dapat mengutarakan isi...

Memelihara Benih Firman

Yakobus 1:21 “Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu.” Yakobus menasehatkan kita tentang bagaimana memelihara benih firman yang kita dengar agar dapat bertumbuh dan berbuah dengan lebat. Di sini Yakobus menganalogikan firman sebagai benih. Tentu ada korelasi dengan perumpamaan Tuhan Yesus tentang penabur, dimana sebagian benih jatuh di semak duri (Mat. 13:7). Benih itu bertumbuh tapi terhimpit oleh semak duri, sehingga pertumbuhannya tidak sempurna. Semak duri menggambarkan tentang segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak. Sebenarnya, jika kita mendengar dan memelihara firman Tuhan, maka kita akan terhindar dari perbuatan dosa. Tetapi sebaliknya juga, dosa akan menghalangi kita untuk mendengar firman Tuhan, atau menghalangi firman Tuhan yang sudah kita terima, sehingga tidak bertumbuh. Mungkin inilah yang menjadi...

Dicobai Atau Diuji?

Yakobus 1:13-14 Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: “Pencobaan ini datang dari Allah!” Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapa pun. Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya. Keduabelas suku Israel yang sudah Kristen yang berada di perantauan menghadapi berbagai tantangan iman, karena mereka diperhadapkan dengan berbagai realita hidup yang bertentangan dengan kehendak Allah, salah satunya adalah pencobaan. Dengan tegas Yakobus mengatakan bahwa pencobaan itu bukan datang dari Allah tetapi dari dalam diri manusia sendiri. Iblis akan menggunakan hal-hal tertentu dalam diri setiap orang untuk mencobai mereka agar jatuh/gagal dalam iman. Mungkin itu hal cinta uang, ketenaran, jabatan, hedonism, dll. Hal2 itu akan dimanfaatkan oleh Iblis untuk mencobai seseorang. Itu sebabnya Yakobus katakana bahwa tiap2 orang dicobai oleh keinginannya sendiri. Beda halnya dengan ujian. Allah m...

Mendahulukan Kerajaan Allah

"Tetapi carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya akan ditambahkan kepadamu" (Mat. 6:33). Inilah resep yang Yesus ajarkan supaya kita terhindar dari kekuatiran. Yesus juga mengatakan bahwa semua orang berusaha memenuhi kebutuhan sandang, pangan, dan papan untuk bisa menjaga kelangsungan hidupnya. Kemudian, Yesus mengajarkan suatu pola hidup baru, yang berbeda dengan upaya manusia pada umumnya dalam menjaga kelangsungan hidupnya. Yesus berkata: "Tetapi carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenarannya maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu." Ada cara berbeda yang Yesus berikan, yaitu mendahulukan mencari "kerajaan Allah." Pada khotbah-Nya di bukit, Yesus sudah banyak mengajarkan tentang cara hidup baru oleh setiap orang pengikut-Nya. Setiap orang yang melakukannya dengan sungguh sungguh akan diberkati. Jadi jika kita sebagai "warga kerajaan Allah" hidup sesuai undang-undang kerajaan Allah, maka semua yang kita butuhkan ...

“SERUAN PERTOBATAN”

Yeremia 3:11-13 Dan TUHAN berfirman kepadaku: "Israel, perempuan murtad itu, membuktikan dirinya lebih benar dari pada Yehuda, perempuan yang tidak setia itu. Pergilah menyerukan perkataan-perkataan ini ke utara, katakanlah: Kembalilah, hai Israel, perempuan murtad, demikianlah firman TUHAN. Muka-Ku tidak akan muram terhadap kamu, sebab Aku ini murah hati, demikianlah firman TUHAN, tidak akan murka untuk selama-lamanya. Hanya akuilah kesalahanmu, bahwa engkau telah mendurhaka terhadap TUHAN, Allahmu, telah melampiaskan cinta berahimu kepada orang-orang asing di bawah setiap pohon yang rimbun, dan tidak mendengarkan suara-Ku, demikianlah firman TUHAN." Inilah keluhan TUHAN kepada umat-Nya, yaitu Israel dan Yehuda. Dalam praktek kedua kerajaan ini, nampak bahwa Israel lebih parah pelanggarannya dari pada Yehuda. Itu sebabnya TUHAN menyebutnya sebagai perempuan murtad, dan Yehuda sebagai perempuan yang tidak setia. Ironisnya, Israel menganggap dirinya lebih benar daripada Yehuda...