"TUHAN Bertemu Dengan Musa Dan Berikhtiar Untuk Membunuhnya"
Keluaran 4: 24 "Tetapi di tengah jalan, disuatu tempat bermalam, TUHAN bertemu dengan Musa dan berikhtiar untuk membunuhnya."
Sepintas kelihatan ada yang aneh dalam sepenggal kisah ini. Dalam Keluaran pasal 3 dan 4 dikisahkan bagaimana TUHAN bertemu dengan Musa di gunung Horeb yang disebut gunung Allah. TUHAN menampakkan diri kepadanya dalam nyala api yang keluar dari semak duri. Ia memperkenalkan Diri kepada Musa dengan mengatakan "Akulah Allah ayahmu, Allah Abraham, Allah Isak dan Allah Yakub." Kemudian TUHAN memberikan perintah kepada Musa untuk pergi menghadap Firaun dan membebaskan umat Israel dari Mesir dengan janji bahwa TUHAN sendiri akan menyertainya. Bagaimana mungkin TUHAN akan membunuh dia justru pada saat Musa mau melakukan perintah Allah?
Jangan kita terburu-buru berkesimpulan bahwa TUHAN itu kejam dan tidak berbelaskasihan. TUHAN itu Mahakasih, namun tidak semua orang yang dikasihi-Nya sadar akan kasih TUHAN, karena ia menilai TUHAN berdasarkan cara pandang manusiawinya.
Jawaban atas pertanyaan di atas ada dalam ayat 25, "Lalu Zipora mengambil pisau batu, dipotongnya kulit khatan anaknya, kemudian disentuhnya dengan kulit itu kaki Musa sambil berkata: Sesungguhnya engkau pengantin darah bagiku." Ternyata Musa lalai atau menunda-nunda melakukan suatu ketetapan Allah yang sudah disampaikan dari zaman Abraham yaitu sunat (Kej. 17:9-14). Di sini TUHAN mau menegaskan bahwa Ia tidak berkenan kepada seorang hamba-Nya yang melalaikan ketetapan Allah. Musa menunda-nunda untuk menyunat anak-anaknya, Gersom dan Eliezer. Ada penafsir yang mengatakan bahwa isteri Musa yakni Zipora, orang Midian itu, tidak tega menyunatkan anaknya saat umur 8 hari, sehingga sunat selalu tertunda. Ia mulai kompromi disebabkan isteri yang tidak tega.
Musa yang TUHAN siapkan menjadi pemimpin umat Allah haruslah menunjukkan ketaatan penuh kepada Allah, dimulai dari dalam keluarganya sendiri. Jika di dalam keluarga sendiri sudah dimulai kompromi dengan hal-hal lain dalam melakukan ketetapan dan perintah TUHAN maka itu akan menjadi fatal bagi seorang hamba TUHAN, karena akan selalu menjadi jerat baginya jika ia memimpin umat TUHAN.
Mari belajar tunduk dan taat secara penuh kepada TUHAN agar kita dapat menjadi alat berkat TUHAN di dalam pelayanan yang TUHAN percayakan bagi kita masing-masing. Jangan lalai melakukan setiap ketetapan dan perintah-Nya.
Salam
misioner.![]()
Komentar
Posting Komentar