Memelihara Benih Firman
Yakobus 1:21
“Sebab itu buanglah segala sesuatu
yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah
lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan
jiwamu.”
Yakobus menasehatkan kita tentang bagaimana memelihara benih firman yang kita dengar agar dapat bertumbuh dan berbuah dengan lebat. Di sini Yakobus menganalogikan firman sebagai benih. Tentu ada korelasi dengan perumpamaan Tuhan Yesus tentang penabur, dimana sebagian benih jatuh di semak duri (Mat. 13:7). Benih itu bertumbuh tapi terhimpit oleh semak duri, sehingga pertumbuhannya tidak sempurna.
Semak duri menggambarkan tentang segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak. Sebenarnya, jika kita mendengar dan memelihara firman Tuhan, maka kita akan terhindar dari perbuatan dosa. Tetapi sebaliknya juga, dosa akan menghalangi kita untuk mendengar firman Tuhan, atau menghalangi firman Tuhan yang sudah kita terima, sehingga tidak bertumbuh.
Mungkin inilah yang menjadi persoalan dari sekian banyak orang Kristen yang tidak bertumbuh dalam iman. Atau orang yang merasa sudah cukup dewasa dalam iman tetapi sesungguhnya firman yang diterimanya tidak bertumbuh karena terhimpit oleh “semak duri.” Dia hanya “merasa” sudah dewasa, tetapi sesungguhnya belum dewasa karena perbuatannya belum menunjukkan kedewasaan iman. Sama halnya di kelas, ada murid yang merasa pintar sehingga meremehkan guru yang mengajarnya, namun setelah diuji ternyata nilainya sangat rendah. Seharusnya firman yang kita terima akan terimplementasi dalam seluruh kehidupan.
Oleh karena itu, bersihkanlah hati dari segala dosa dan kenajisan atau kejahatan, sehingga hati menjadi lembut dan subur untuk ditumbuhi benih firman Allah yang sudah kita dengarkan. Jika tidak demikian, maka sia-sialah kita mendengar firman, karena ia akan selalu terhimpit dan tidak bertumbuh. Jika firman itu terasa keras dan tajam menyorot anda, itu berarti Tuhan sedang mengolah dan menggarap hati anda untuk menjadi lembut. Berikanlah ruang yang baik untuk firman itu bertumbuh di dalam hati. Jika benih firman itu bertumbuh dengan baik, maka ia akan menghasilkan buah dan menyelamatkan jiwa orang yang memeliharanya.
Selamat beraktivitas, Tuhan Yesus memberkati.
Komentar
Posting Komentar