"TUHANLAH Panji-Panjiku!"
Keluaran 17:15-16 Lalu Musa mendirikan sebuah mezbah dan menamainya : "TUHANLAH panji-panjiku!" Ia berkata: "Tangan di atas panji-panji TUHAN! TUHAN berperang melawan Amalek turun-temurun."
Ayat ini adalah perkataan Musa sebagai respon atas kemenangan yang gemilang atas tentara Amalek. Di medan perang ada Yosua yang memimpin tentara Israel, dan di atas puncak bukit ada Musa yang mengangkat tongkatnya dengan bantuan Harun dan Hur. Dan terjadilah, apabila Musa mengangkat tongkatnya, lebih kuatlah Israel, tetapi apabila ia menurunkan tangannya, lebih kuatlah Amalek.
Apa makna yang TUHAN mau ajarkan dalam peristiwa ini?
Pertama, Allah mau mengajarkan kepada generasi2 Israel dan kita semua, bahwa siapapun yang melawan Tuhan akan dibinasakan. Amalek yang melawan TUHAN dengan cara memerangi umat pilihan TUHAN, maka TUHAN sendirilah yang akan membinasakannya, bahkan menghapuskan ingatan terhadap Amalek. Perbuatan keji tidak pantas untuk diingat. Banyak orang yang melakukan perbuatan tidak terpuji atau perbuatan "keji" dalam kegiatan yang dia sebut sebagai "pelayanan" dan berharap agar orang lain mengingatnya, maka TUHANlah yang akan melawannya.
Kedua, peperangan Israel ini bukan hanya peperangan fisik tetapi juga peperangan rohani. Tujuan sesungguhnya dalam peperangan ini adalah agar TUHAN yang dimuliakan. Yosua memang berada di garis depan di medan perang, tetapi Musa juga ada di garis depan dalam menghadap TUHAN memohon pertolongan kuasa TUHAN. Kemenangan bukanlah karena kekuatan tentara, melainkan karena campur tangan TUHAN. Dalam peperangan rohani yang kita jalani, hal terutama adalah pertolongan TUHAN, bukan skil dan kekuatan manusia. TUHAN dapat memakai manusia yang berkenan kepada-Nya. TUHAN juga menghendaki sinergitas dalam pelayanan. Harun dan Hur bersinergi dengan Musa, mendukung agar tongkat Musa tetap teracung.
Musa mendirikan mezbah dengan nama "TUHANlah panji-panjiku" menjadi peringatan bagi kita sekaligus sebagai motivasi bagi kita menjalani kehidupan yang penuh dengan tantangan. Terkadang tantangan itu berupa ambisi manusiawi kita untuk mencapai apa yang kita inginkan lalu memaksa TUHAN untuk merestuinya. Terkadang juga datang dari orang-orang terdekat yang ingin memanfaatkan sahabatnya demi kepentingan sendiri. Terkadang itu datang dari luar, dari pihak-pihak yang memang memusuhi atau menjadi lawan kita. Ketiga sumber tantangan ini sesungguhnya adalah kreasi dari musuh utama kita yaitu Iblis, yang menggoda dan mempengaruhi orang-orang yang dapat ditelannya.
Gerakan doa adalah yang terutama dalam perjuangan iman kita, karena di sana nampak bahwa kita mengandalkan TUHAN sumber kemenangan. Karena itu, ingatlah selalu bahwa "TUHANlah panji-panjiku!"
Selamat sukses menjalani hari-hari hidup kita sebagai umat TUHAN.🙏🙏
Komentar
Posting Komentar