Aku dan Seisi Rumahku Akan Beribadah Kepada TUHAN

"Tetapi jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada TUHAN, pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; allah yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di seberang sungai Efrat, atau allah orang Amori yang negerinya kamu diami ini. Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN" (Yosua 24:15). 

Setelah hampir 40 tahun bangsa Israel menempuh perjalanan menuju Kanaan, Musa mengumpulkan mereka di dataran Moab lalu mengajarkan ulang kepada mereka tentang perjanjian Allah sebagaimana yang telah disampaikan di Sinai di awal perjalanan mereka. Mereka adalah generasi baru dengan usia dibawah 40 tahun, kecuali Musa, Kaleb, dan Yosua. Pada akhirnya TUHAN menuntun mereka memasuki tanah Kanaan dibawah pimpinan Yosua. 

Menjelang akhir hidupnya, Yosua mengumpulkan semua tua-tua suku Israel di Sikhem, untuk menyampaikan ulang perjanjian Allah sebagaimana telah dilakukan di Sinai, di dataran Moab, dan sekarang di Sikhem. Tujuannya adalah agar umat Israel sebagai milik TUHAN selalu berkomitmen untuk setia kepada-NYa. Musa dan Yosua tahu bahwa dengan melewati berbagai rintangan dalam perjalanan dan godaan dari bangsa-bangsa sekitar, akan membuat umat pilihan TUHAN mengalami degradasi kehidupan iman mereka, karena itu selalu juga diadakan pembaharuan komitmen. Yosua mengingatkan mereka bangaimana TUHAN itu setia bagi umat-Nya. Ia memilih Abraham, Isak, dan Yakub, memelihara Israel di Mesir, menuntun mereka dibawah pimpinan Musa melewati padang gurun. Juga dijelaskan bagaimana keperkasaan Tuhan menyelamatkan mereka dari kejaran tentara Firaun. Semua ini dimaksudkan untuk membuat Israel mengandalkan TUHAN. 

Yosua tahu bahwa tidaklah mudah bagi Israel untuk bertahan hidup di Kanaan, karena godaan sinkretisme dari bangsa-bangsa sekitarnya sangat besar, kecuali jika mereka memiliki komitmen iman yang kuat. Untuk membuat Israel bisa berkomitmen demikian, Yosua mengatakan hal yang sangat penting, "Aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN." 

Yosua memulai dari "dirinya" dan "keluarganya" untuk menjadi model/teladan pembaharuan bagi umat Israel. Demikianlah dalam persekutuan umat Tuhan saat ini, hendaklah masing-masing umat TUHAN memulai pembaharuan dalam dirinya dan keluarganya, kemudian mengajak/menuntun orang-orang lain. Komitmen Yosua adalah "setia beribadah kepada TUHAN." 

Mari para sahabat, di hari Minggu ini, berkomitmen untuk setia beribadah. Jadilah teladan bagi semua orang dalam hal ibadahmu kepada TUHAN. 

Happy Sunday. God Bless You.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gerakan Injili dan Panggilan Gereja

URUSANMU: “IKUTLAH AKU”

"KUTUK MENJADI BERKAT"