"Mereka Tidak Tahu Apa Yang Mereka Perbuat"
Ketika mereka sampai di tempat yang bernama Tengkorak, mereka menyalibkan Yesus di situ dan juga kedua orang penjahat itu, yang seorang di sebelah kanan-Nya dan yang lain di sebelah kiri-Nya. Yesus berkata: "Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat." Dan mereka membuang undi untuk membagi pakaian-Nya (Lukas 23:33-34).
Peristiwa
penyaliban Yesus di bukit Tengkorak atau Golgota sangat dramatis. Sangat banyak
orang yang terlibat di dalamnya, mulai dari pemimpin-pemimpin Agama Yahudi,
pemerintah, tentara, sampai kepada rakyat biasa. Ada aktor intelektual, ada
pula yang hanya terprovokasi. Ada yang berusaha membela, tetapi kebanyakan
memaksakan kehendaknya dalam bentuk demonstrasi. Para pemimpin Agama
merencanakan pembunuhan bagi Yesus disebabkan oleh kebencian yang sangat besar.
Kebencian itu muncul paling tidak karena dua hal, yakni: pertama, rasa sakit
hati terhadap Yesus yang sering menegur dan mengoreksi dosa dan kesalahan
mereka. Yesus pernah menyebut mereka ibarat kubur yang diluarnya dicat putih
bersih tapi di dalamnya busuk dan kotor. Kedua, mereka itu tidak sadar kalau
Iblis sedang memperalat mereka untuk mencapai tujuannya.
Sementara Yesus tergantung di kayu salib, Ia malahan berdoa kepada Bapa di Sorga memohonkan pengampunan. Inilah bukti kasih yang amat besar dalam diri Yesus Kristus. Ia datang ke dunia didorong oleh kasih yang begitu besar (Yoh. 3:16), sampai akhir hidupnya Ia tetap konsisten memperlihatkan kasih yang itu. Ia menginginkan semua orang bertobat. Dalam pelayanan-Nya, Ia sering menegur keras para pemimpin yang korup dan munafik, tujuan-Nya adalah agar mereka bertobat. Namun sangat disayangkan, karena mereka itu bukannya bertobat tetapi malahan semakin bengis dan akhirnya menyalibkan Yesus.
Dan sebagai hasilnya, sebagian dari mereka kembali sadar setelah melihat proses kematian Yesus. "Dan sesudah seluruh orang banyak, yang datang berkerumun di situ untuk tontonan itu, melihat apa yang terjadi itu, pulanglah mereka sambil memukul-mukul diri" (Luk. 23:48). Mereka memukul-mukul diri sebagai tanda penyesalan. Yesus memanjatkan doa pengampunan, tujuannya agar mereka diberi kesempatan bertobat dan memperoleh pengampunan.
Semoga
kasih Yesus selalu menaungi kita semua. Salam misioner.![]()
Komentar
Posting Komentar