MUJIZAT TUHAN DI KAMAR ATAS

 2Raja-raja 4:8-10 (TB)

8 Di Sunem tinggal seorang wanita kaya. Pada suatu hari ketika Elisa pergi ke Sunem, wanita itu mengundangnya makan. Sejak itu setiap kali Elisa mampir di Sunem ia makan di rumah wanita itu.

9 Kemudian berkatalah wanita itu kepada suaminya, “Saya yakin bapak yang sering mampir di sini itu sungguh-sungguh seorang hamba Allah.

10 Baiklah kita membuat sebuah kamar yang kecil di tingkat atas rumah kita, dan melengkapinya dengan tempat tidur, meja, kursi, dan lampu supaya ia dapat menginap di situ setiap kali ia mengunjungi kita.”

Perempuan Sunem ini dan keluarganya hidup mengasihi Tuhan. Ia memfasilitasi pelayanan nabi Elisa setiap kali ia datang pelayanan di daerahnya. Perempuan ini berinisiatif membangun sebuah kamar atas yang kecil, yang baik untuk abdi Allah, yakni Elisa.

Ada dua mujizat Tuhan berlaku atas keluarga ini sebagai akibat kasihnya kepada Tuhan yang diwujudkan kepada abdi-Nya.

Pertama, Tuhan memberikan seorang anak. Elisa berkata: "Pada waktu seperti ini juga, tahun depan, engkau akan menggendong seorang anak." (ay 16a). Ini mirip dengan apa yang Tuhan lakukan bagi keluarga Abraham dan Sarah.

Kedua, Tuhan membangkitkan anak perempuan Sunem melalui abdi-Nya yaitu Elisa. Setelah anak itu besar, ia meninggal tiba-tiba. Jenazah anak itu dibawa ke kamar atas yang diperuntukkan bagi abdi Allah. Elisa berdoa kepada Allah dan anak itu hidup kembali.

Tiga tokoh utama dalam kisah yang dramatis ini yang pertama adalah Allah yang Mahakuasa, yang berotoritas membuka atau menutup kandungan seseorang, yang telah memberikan anak bagi perempuan Sunem, dan yang juga membangkitkan anak itu. Tokoh lainnya adalah Elisa, abdi Allah yang kudus. Allah telah mengurapinya dan memperlengkapi dengan kuasa seperti yang Ia berikan kepada Elia yang telah terangkat ke surga. Elisa telah dipakai Tuhan membimbing umat Tuhan untuk hidup di jalan Tuhan. Dan tokoh yang ketiga ialah perempuan Sunem, yang memotivasi keluarganya hidup mengasihi Tuhan dan berkorban untuk Tuhan. Keluarga ini telah memfasilitasi kelancaran pelayanan Tuhan di daerahnya. Mereka hidup mengasihi Tuhan, salah satu wujudnya adalah memperlakukan secara special abdi Allah. Keluarga ini telah menggunakan kekayaannya untuk mendukung pelayanan Tuhan.

Sahabat terkasih, kiranya perenungan dari kisah ini memotivasi kita juga untuk mengasihi Tuhan dan melayani Dia sesuai kemampuan atau talenta yang Dia berikan kepada kita. Dan ketahuilah, Dia akan melakukan hal-hal yang besar dalam hidup kita untuk meneguhkan kita dalam iman, dan yang akan menjadi kesaksian lagi bagi orang lain.

Selamat beraktivitas, Tuhan Yesus memberkati kita semua.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gerakan Injili dan Panggilan Gereja

URUSANMU: “IKUTLAH AKU”

"KUTUK MENJADI BERKAT"