Ready, Steady, Go

 Renungan

Nas: Lukas 10:3 “Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala.”

Persekutuan Kaum Muda Gereja KIBAID (PKM Gereja KIBAID) adalah salah satu Persekutuan Intra Gerejawi (PIG) dalam lingkup Gereja KIBAID yang dimaksudkan untuk meningkatkan pembinaan warga jemaat yang memiliki kesamaan kelompok usia (usia pemuda) guna pertumbuhan iman setiap anggotanya sekaligus memperlengkapi mereka untuk melaksanakan Amanat Agung Yesus Kristus. Sesuai dengan kelompok usia ini, maka PKM Gereja KIBAID dibina dan diperlengkapi sedemikian rupa untuk melakukan gerak yang cepat dalam pemberitaan Injil Yesus Kristus.

Tema yang diangkat oleh Pengurus Biro PKM Gereja KIBAID pada perayaan Ulang Tahun ke- 55 yang jatuh pada tanggal 28 Agustus 2023 yaitu “Ready, Steady, Go”, adalah tema yang sangat tepat dan powerfull bagi para pemuda Gereja KIBAID menjadi terdepan di kalangan warga gereja untuk pergi menjangkau daerah-daerah sasaran penginjilan. Untuk kita ketahui bahwa dalam sejarah berdirinya dan berkembangnya Gereja KIBAID, itu tidak terlepas dari peran pemuda. Tahun 1936 tatkala terbentuk persekutuan yang dinamakan “Keperloean Indjil Bangsa Toradja”, itu dipelopori oleh para siswa Sekolah Alkitab Makassar (SAM) yang didirikan oleh Rev. Robert Alexsander Jaffray. Kemudian dalam perjalanan pengembangan Gereja KIBAID ke berbagai daerah, itu dimotori oleh pemuda-pemuda Gereja KIBAID yang tersebar di berbagai daerah karena tugas dan pekerjaan mereka. Jadi jelas sekali peran pemuda dalam pengembangan Gereja KIBAID. Oleh sebab itu, di usia 55 tahun PKM Gereja KIBAID semangat “pergi” harus terus ditumbuhkan dalam setiap anggota PKM. Usia 55 tahun adalah usia yang sudah cukup matang sebagai sebuah persekutuan dalam memberikan pembinaan-pembinaan serta dorongan bagi segenap anggota untuk berkarya bagi Kristus. Dalam tema ini terkandung beberapa makna di antaranya: kesiapan secara organisatoris persekutuan menetapkan sasaran sesuai Amanat Yesus Kristus, kesiapan mental persekutuan menghadapi tantangan dalam pelayanan, dan teristimewa kesiapan setiap anggota PKM dalam bidang kehidupan rohani untuk merespon panggilan Tuhan Yesus.

Nas renungan ini terambil dari Lukas 10:3 yang berbunyi: “Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala,” adalah perintah atau lebih tegas “Amanat” untuk mencari jiwa-jiwa di daerah yang sangat berbahaya, ibarat berada di tengah-tengah serigala. Mungkin sulit masuk dalam logika berpikir kita tentang keberadaan anak domba di tengah-tengah serigala. Kita tentu berpikir bahwa anak domba tersebut pasti dengan gampang dicabik-cabik oleh serigala-serigala itu. Jika anak domba itu adalah kita, maka secara logika, kita pasti habis dimangsa oleh “serigala.” Akan tetapi Sang pemberi Amanat yaitu Yesus Kristus, telah menjaminkan pemeliharaan bagi setiap orang yang mau pergi memberitakan Injil Kristus. Ia berkata: “Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman” (Mat. 28:20b).

Dari ayat ini kita memiliki kepastian jaminan pemeliharaan oleh Yesus Kristus, sehingga tidak boleh ada rasa takut yang dijadikan alasan untuk tidak pergi memberitakan Injil. Jika masih memiliki rasa takut, itu berarti pemuda itu adalah pengecut dan kurang beriman. Oleh karena itu, PKM Gereja KIBAID dengan slogan “PKM KIBAID MAJU”, haruslah memiliki keberanian untuk melaksanakan Amanat Agung. Keberanian ini bukanlah keberanian tanpa dasar atau keberanian konyol, melainkan keberanian yang lahir dari “kasih yang besar” yang muncul dari hati masing-masing kita yang telah mengalami keselamatan oleh Yesus Kristus. “Kasih yang besar” itu jugalah yang telah mendorong Kristus datang ke dalam dunia untuk mencari dan menyelamatkan kita (cf. Yoh. 3:16). Kedatangan Yesus ke dalam dunia bukanlah secara tiba-tiba atau tanpa perencanaan, melainkan sejak Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa, Allah sudah merencanakan penebusan bagi manusia yang berdosa. Ini didorong oleh kasih Allah yang begitu besar. Maka kasih seperti itulah yang harus mendorong kita warga Gereja KIBAID, secara khusus anggota PKM, untuk pergi bersaksi tentang Kristus.

Untuk bisa menjadi saksi yang efektif dan berhasil maka kita harus mempersiapkan diri dan menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya, sebagaimana makna yang terkandung dalam tema: “Ready, Steady, Go.” Pertama-tama, kita harus Ready atau bersedia. Ada banyak persediaan atau persiapan yang harus diperlukan. Tentu saja kita harus tahu arah dan tujuan kita melayani. Secara organisasi gereja, tujuan kita adalah mewujudkan Jemaat Misioner. Kita semua bersinergi untuk menggerakkan gereja ini terus menerus membawa Shalom atau Damai Sejahtera yaitu keselamatan bagi dunia ini. Semua pergerakan dalam pelayanan kita diarahkan untuk memuliakan Allah dan menjangkau jiwa sebanyak-banyaknya. Setiap pengurus dan anggota PKM harus paham apa yang menjadi tujuan pelayanan kita. Jangan ada yang mencari kepentingan sendiri, semua haruslah untuk kepentingan pelayanan, untuk kemajuan gereja dalam menjangkau jiwa-jiwa. Setelah kita mengetahui arah dan tujuan, hal selanjutnya ialah mengumpulkan energi dalam diri kita. Energi terbesar yang harus kita miliki adalah “Kasih”, baik kasih kepada Allah, maupun kasih kepada sesama manusia, itulah hukum yang tertutama (Mat. 22:37-40). Pemuda yang mengasihi Tuhan akan memiliki kerinduan mendengar suara Tuhan, sehingga akan selalu senang mendengar khotbah atau renungan, dan membaca firman Tuhan. Semakin kita sering mendengar suara Tuhan maka semakin kita peka membedakan suara Tuhan dengan suara-suara yang lain, sehingga jika suara Tuhan itu datang pada kita, kita merespon dengan baik, seperti yang nabi Yesaya katakan, ‘Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata: “Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?” Maka sahutku: “Ini aku, utuslah aku!”’ Nabi Yesaya merespon dengan baik karena ia mengasihi Tuhan. Dalam konteks ayat ini juga nampak bahwa nabi Yesaya mengasihi sesama, yaitu saudara-saudara sebangsanya yang tidak lagi hidup setia kepada Tuhan. Jika mereka tidak bertobat, maka Tuhan akan menghukum mereka. Nabi Yesaya merespon panggilan Tuhan karena ia tidak mau bangsanya dihukum. Inilah kasih yang tidak mementingkan diri sendiri, tapi peduli kepada orang lain. Karena itu para pemuda, persiapkanlah dirimu menjadi alat Tuhan dengan cara mempertebal cinta kasih kepada Allah yang akan berwujud pada cinta kasih juga kepada sesama, khususnya mereka yang sedang menuju kepada kebinasaan.

Kedua, kita harus Steady. Dalam tahapan ini kita harus memiliki kesiapan paripurna. Jika semua persediaan telah rampung, maka secara mental dan fisik kita benar-benar sudah siap. Dalam kaitan dengan pelayanan, kita harus menguasai aturan-aturan pelayanan agar kita tidak salah bertindak. Jangan menyenggol atau mengganggu jalannya orang lain, karena selain kita yang terganggu, orang lain pun ikut terganggu. Jangan pula kita keluar dari lintasan yang diwajibkan bagi kita. Melatih ketangkasan dalam pelayanan adalah hal yang sangat penting. Contohnya: melatih diri untuk memimpin ibadah, memimpin PA, bersaksi secara pribadi, dll. Segala potensi kita harus dikembangkan sedemikian rupa. Karunia-karunia rohani yang Tuhan berikan haruslah dilatih. Setiap anggota pemuda haruslah mengenali karunia rohani yang Tuhan anugerahkan baginya. Karunia rohani itu bisa hal baru sama sekali dari Tuhan, atau bisa juga bakat yang dimiliki sejak lahir tapi kemudian dikuduskan oleh Tuhan untuk dipakai bagi pelayanan Tuhan.

Ketiga, kita harus Go (pergi). Setelah persediaan dan kesiapan sudah rampung, kini saatnya untuk bertindak langkah demi langkah sampai mencapai tujuan. Ingatlah bagaimana bangsa Israel disuruh menyeberangi sungai Yordan pada saat sungai itu lagi meluap, tetapi saat para imam pengusung tabut Tuhan menginjakkan kaki ke sungai itu, maka air sungai Yordan berhenti di bagian hulu dan mereka berjalan di dasar sungai yang kering (Yos. 3:13). Langkah awal dibutuhkan, karena tanpa itu tidak akan ada langkah berikutnya. Dibutuhkan keberanian atas dasar iman untuk melangkah dalam pelayanan Tuhan. Seiring dengan semakin jauhnya kita melangkah bagi pelayanan Tuhan, kita juga semakin mengalami pertolongan Tuhan dan pengalaman bersama Dia. Dalam setiap kali melangkah bagi pelayanan, kita harus selalu menjaga keseimbangan, harus selalu menguasai dan mengendalikan diri, serta selalu menyemangati diri dan teman sepelayanan kita, dan itulah yang kita dapatkan dalam persekutuan. Pemahaman kita tentang aturan-aturan atau pedoman-pedoman pelayanan, kini harus diterapkan. Rasul Paulus mengatakan: “Seorang olahragawan hanya dapat memperoleh mahkota sebagai juara, apabila ia bertanding menurut peraturan-peraturan olahraga” (2Tim. 2:5). Kita harus terus melangkah, jangan berhenti. Jadikan itu semua sebagai gaya hidup, sesuai pola dalam Alkitab.

Ketiga hal ini sangat kita butuhkan secara berurutan untuk bisa berhasil dalam pelayanan. Kita tidak akan berhasil kalau kita pergi tanpa kita mempersiapkan diri. Kita juga tidak akan mencapai tujuan jika kita hanya mempersiapkan diri tanpa pergi atau melangkah maju dalam pelayanan. Jangan kita memposisikan diri sebagai penonton saja, jadilah pelaku dalam pelayanan. Bagi pemuda, menjadi pelaku dalam pelayanan sebenarnya sekaligus melatih diri untuk tugas dan tanggung jawab yang lebih besar yang sedang menanti saudara-saudara. Sama seperti Daniel, Hananya, Misael dan Azarya di Babilonia yang melakoni apa yang dipercayakan kepadanya dengan iman yang kuat dan terbukti mereka unggul dari orang-orang lain, maka kepada mereka dipercayakan jabatan-jabatan yang tinggi. Ayo Ready, Steady, Go! PKM KIBAID MAJU !!!

Tuhan Yesus memberkati.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gerakan Injili dan Panggilan Gereja

URUSANMU: “IKUTLAH AKU”

"KUTUK MENJADI BERKAT"