WAJAH MUSA BERCAHAYA

Keluaran 34:29-33 (TB)

29 Ketika Musa turun dari gunung Sinai — kedua loh hukum Allah ada di tangan Musa ketika ia turun dari gunung itu — tidaklah ia tahu, bahwa kulit mukanya bercahaya oleh karena ia telah berbicara dengan TUHAN.

30 Ketika Harun dan segala orang Israel melihat Musa, tampak kulit mukanya bercahaya, maka takutlah mereka mendekati dia.

31 Tetapi Musa memanggil mereka, maka Harun dan segala pemimpin jemaah itu berbalik kepadanya dan Musa berbicara kepada mereka.

32 Sesudah itu mendekatlah segala orang Israel, lalu disampaikannyalah kepada mereka segala perintah yang diucapkan TUHAN kepadanya di atas gunung Sinai.

33 Setelah Musa selesai berbicara dengan mereka, diselubunginyalah mukanya.

Setelah peristiwa kelam dimana bangsa Israel menyembah patung anak lembu emas di kaki gunung Sinai, dan kedua loh batu telah rusak digunakan Musa menghancurkan patung tersebut, maka Musa naik lagi ke gunung Tuhan dan mendapatkan dua loh batu yg baru, yg berisi 10 Firman. Lalu Musa turun mendapatjan umat Israel dan membacakan Firman Allah kepada mereka.

Perjumpaan Musa dengan Tuhan di gunung itu ternyata membuat kulit mukanya bercahaya. Apakah itu pengaruh dari cahaya kemuliaan Tuhan? Musa kemudian menyelubungi mukanya agar orang Israel tdk melihat jika cahaya itu nenjadi pudar.

Apa makna peristiwa ini bagi kita?

Ini tentang Firman. Yg diterima Musa itu tertulis pd loh2 batu, tapi kini Firman sdh tertulis pada loh hati kita oleh Roh Allah. Kalau Firman yg tertulis pd loh2 batu yg kemudian dilanggar oleh umat Israel dan hidup dlm kemunafikan, namun bisa membuat kemuliaan sementara pada wajah Musa, maka lebih2 lagi Firman yg tertulis dlm loh hati kita oleh Roh Allah, pasti akan membawa kemuliaan yang lebih besar.

Rasul Paulus mengatakan, "Pelayanan yang memimpin kepada kematian terukir dengan huruf pada loh-loh batu. Namun demikian kemuliaan Allah menyertainya waktu ia diberikan. Sebab sekalipun pudar juga, cahaya muka Musa begitu cemerlang, sehingga mata orang-orang Israel tidak tahan menatapnya. Jika pelayanan itu datang dengan kemuliaan yang demikian, betapa lebih besarnya lagi kemuliaan yang menyertai pelayanan Roh!" (2Kor. 3:7-8).

Mari kita melayani Tuhan sesuai Firman yg sdh tertulis dlm loh hati kita, kita layani Tuhan berdasarkan kebenaran Allah.

Selamat pagi, selamat beraktivitas. Tuhan Yesus memberkati kita semua.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gerakan Injili dan Panggilan Gereja

URUSANMU: “IKUTLAH AKU”

"KUTUK MENJADI BERKAT"