"HIDUP DI JALAN TUHAN"
Yeremia 6:16a (TB) Beginilah firman TUHAN: Ambillah tempatmu di jalan-jalan dan lihatlah, tanyakanlah jalan-jalan yang dahulu kala, di manakah jalan yang baik, tempuhlah itu, dengan demikian jiwamu mendapat ketenangan.
Jeremiah 6:16a (ASV) Thus saith Jehovah, STAND ye in the ways and SEE, and ASK for the old paths, where is the good way; and WALK therein, and ye shall find REST for your souls.
Jalan
TUHAN itu ujungnya/endingnya adalah ketengangan (rest). Bagi bangsa Israel pada waktu menempuh perjalanan di padang gurun, tujuannya adalah Kanaan, sebagai tempat
perhentian mereka, namun Kanaan hanyalah bayangan tentang perhentian yang
kekal. Bagi kita yg berjalan mengiring TUHAN, tujuan kita adalah perhentian
dalam TUHAN. Tujuan akhir adalah surga, tetapi sebelum masuk surga, kita sudah
menikmati rest yaitu ketenangan dan perhentian bersama TUHAN. Bagaimana cara
hidup di jalan TUHAN?
Pertama,
STAND (berdirilah, ambil posisi di jalan TUHAN). Ibarat seorang pelari,
ikutilah lintasan yang benar. Jadilah pelaku, bukan hanya penonton. Beranilah
mengambil tindakan yang benar, walau terkadang ada risiko.
Kedua,
SEE (lihatlah apa yang terjadi). Perhatikanlah apa yang terjadi saat engkau
terlibat, bagaimana TUHAN bertindak. Sebagai contoh: saat Israel menyeberang
sungai Yordan, begitu para pengangkat tabut TUHAN mencelupkan kakinya ke
sungai, langsung TUHAN mengeringkan dasar sungai yang mereka lalui. Jika engkau
telah melihat TUHAN bertindak dalam hidupmu, jangan lagi ragu mengiring dan
melayani Dia.
Ketiga,
ASK (tanyakanlah jalan2 yang dahulu kala). Bagaimana Israel selama 40 tahun
dipelihara TUHAN, bagaimana dengan masa keemasan Daud dan Salomo dalam
pemerintahannya. Begitulah Yeremia mengingatkan Israel tentang pertolongan
TUHAN bagi mereka di masa lalu. Bagi kita yg hidup sekarang ini, tanyakanlah
perbuatan2 TUHAN di masa yang lalu: mungkin kepada orang tua kita dalam
keluarga, mungkin kepada para pendahulu kita dalam gereja, atau yang lainnya.
Pastilah banyak pengalaman masa lalu yang akan meneguhkan kita hidup di jalan
TUHAN.
Keempat,
WALK (tempuhlah, jalanilah dengan setia). Milikilah kesetiaan melayani TUHAN,
jangan gampang dipengaruhi oleh keadaan sekeliling. Terkadang orang melayani
TUHAN hanya berdasarkan "mood" (suasana hati). Kalau lagi sedang
karena semua keinginannya diikuti maka ia melayani dengan baik. Namun kalau
suasana hati kurang baik karena keinginannya tidak terpenuhi, maka ia tidak mau
melayani, bahkan sebaliknya membuat ulah dalam pelayanan. Yeremia mengatakan:
"di manakah jalan yang baik, tempuhlah itu".
Yesus
telah menunjukkan jalan yang baik dan benar dengan mengatakan, "Akulah
jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa,
kalau tidak melalui Aku" (Yoh. 14:6). Ia juga berkata: "Ikutlah
Aku." Marilah kita mengikut Yesus di jalan yang Ia telah tunjukkan, maka
kita pasti mendapatkan ketenangan, baik di dunia ini maupun di surga nanti.
Salam
buat kita semua. GBU![]()
Komentar
Posting Komentar