LAIN DULU, LAIN SEKARANG

1Korintus 6:9-11

“Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang yang tidak adil tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah? Jangan sesat! Orang cabul, penyembah berhala, orang berzinah, banci, orang pemburit, pencuri, orang kikir, pemabuk, pemfitnah dan penipu tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah. Dan beberapa orang di antara kamu demikianlah dulu. Tetapi kamu telah memberi dirimu disucikan, kamu telah dikuduskan, kamu telah dibenarkan dalam nama Tuhan Yesus Kristus dan dalam Roh Allah kita.”

Masih ingatkah lagu “Lain Dulu, Lain Sekarang” ciptaan Simon Noya, yang dipopulerkan oleh Torsina Trio? (https://www.youtube.com/watch?v=GDvZo5odM4k). Dulu hidup jauh dari jalan surga, orang terhilang, serta penuh dosa. Tetapi sekarang hidup di dalam Tuhan, berkat yang melimpah diberikan-Nya. Apakah yang membuat kita menjadi berbeda dari yang dulu?

Rasul Paulus memberitahu kita bahwa karya Kristus di kayu saliblah yang menyucikan dan menguduskan serta membenarkan kita. Tetapi mengapakah masih banyak orang yang dikuasai hidup lama yang sesuangguhnya sudah ditinggalkan? Ingatkah Anda tentang isteri Lot? Tuhan telah membawanya jauh dari Sodom dan Gomora yang penuh kebejatan, namun ia menoleh ke sana tanda tidak rela meninggalkannya, maka ia menjadi tiang garam. Atau masih ingatkah tentang Israel yang telah diselamatkan dari perbudakan di Mesir, namun karena bosan dengan makanan yang Allah berikan di padang gurun, maka mereka meminta untuk kembali ke Mesir?

Ada banyak orang yang mengaku sudah percaya Tuhan Yesus, namun dalam hidup sehari-hari ia masih seperti yang dulu, ia tidak hidup baru dalam Kristus. Inilah persoalan dalam banyak gereja sekarang ini. Banyak orang rindu melayani Tuhan tapi tidak rela meninggalkan dosanya, makanya ia selalu menjadi sumber masalah, bukannya menyelesaikan masalah. Itu sebabnya Rasul Paulus mengingatkan: “Janganlah sesat!” Jangan kita menyangka bahwa melayani Tuhan dengan keinginan sendiri dalam kenajisan, akan mendatangkan berkat dan perkenanan Tuhan. Orang seperti itu tidak mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.

Selamat menjalani hidup baru dalam Kristus, dan layani Dia dengan setia sampai akhir.

Tuhan Yesus memberkati kita.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gerakan Injili dan Panggilan Gereja

URUSANMU: “IKUTLAH AKU”

"KUTUK MENJADI BERKAT"