“SERUAN PERTOBATAN”

Yeremia 3:11-13

Dan TUHAN berfirman kepadaku: "Israel, perempuan murtad itu, membuktikan dirinya lebih benar dari pada Yehuda, perempuan yang tidak setia itu. Pergilah menyerukan perkataan-perkataan ini ke utara, katakanlah: Kembalilah, hai Israel, perempuan murtad, demikianlah firman TUHAN. Muka-Ku tidak akan muram terhadap kamu, sebab Aku ini murah hati, demikianlah firman TUHAN, tidak akan murka untuk selama-lamanya. Hanya akuilah kesalahanmu, bahwa engkau telah mendurhaka terhadap TUHAN, Allahmu, telah melampiaskan cinta berahimu kepada orang-orang asing di bawah setiap pohon yang rimbun, dan tidak mendengarkan suara-Ku, demikianlah firman TUHAN."

Inilah keluhan TUHAN kepada umat-Nya, yaitu Israel dan Yehuda. Dalam praktek kedua kerajaan ini, nampak bahwa Israel lebih parah pelanggarannya dari pada Yehuda. Itu sebabnya TUHAN menyebutnya sebagai perempuan murtad, dan Yehuda sebagai perempuan yang tidak setia. Ironisnya, Israel menganggap dirinya lebih benar daripada Yehuda (ay. 11). Itulah sebabnya Yeremia disuruh TUHAN untuk pergi ke utara (Israel) menyerukan pertobatan. Yehuda juga ikut-ikutan menuruti hawa nafsunya (ay. 8, akibatnya ia mencemarkan negerinya (ay. 9).

Ini menjadi pelajaran yang harus membuat kita mawas diri. Kondisi semakin parah di Israel (kerajaan utara) karena keadaan mereka lebih jahat dari Yehuda namun merasa lebih baik atau lebih benar. Mungkin inilah yang dimaksudkan sudah “dibutakan mata hatinya” sehingga ia tidak dapat lagi melihat secara jelas, atau pandangannya sudah terbalik.

Penyebab semua kondisi ini tidak lain adalah penyembahan berhala. Israel sebagai milik Tuhan atau kekasih Tuhan tega mencari kekasih lain atau sembahan lain atau ilah lain. Pada hal jauh sebelumnya di Sinai TUHAN sudah menegaskan: Jangan ada padamu ilah lain di hadapan-Ku (Kel. 20:3). Godaan untuk menyembah ilah masih terus sampai sekarang ini, dan melanda orang2 kristen. Saat kita membangun keangkuhan, sesungguhnya kita menjadikan diri kita sebagai ilah. Atau seseorang kita idolakan berlebihan dan membuat kasih kita kepada TUHAN mulai tergerus, berarti kita menjadikan orang tersebut sebagai ilah.

Karena itu waspadalah, jangan sampai tanpa kita sadari kita telah menjadi seperti Israel dan Yehuda, yang mendukakan hati TUHAN. Biarlah seruan pertobatan yang dikumandangkan oleh Yeremia ini dapat menggugah hati setiap orang. Jika kita telah sadar akan kesalahan, mari segera bertobat, jangan tunda waktu. Yesus Kristus adalah Allah yang Mahapengampun.

Salam Misioner. Tuhan Yesus memberkati.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gerakan Injili dan Panggilan Gereja

URUSANMU: “IKUTLAH AKU”

"KUTUK MENJADI BERKAT"