"Kuatkan dan Teguhkanlah Hatimu"
Yosua 1:6 (TB)
Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, sebab engkaulah yang akan memimpin bangsa ini memiliki negeri yang Kujanjikan dengan bersumpah kepada nenek moyang mereka untuk diberikan kepada mereka.
Sobat terkasih!
Ayat ini adalah pesan dari Tuhan kepada Yosua untuk menguatkan dia sebelum memimpin umat Tuhan. Waktu itu Israel berada di sebelah Timur sungai Yordan, belum masuk tanah Kanaan. Musa baru saja meninggal, ia hanya diizinkan Tuhan memandang tanah Kanaan dari kejauhan di atas gunung Nebo, yakni ke atas puncak Pisga (Ulangan 34:1).
Dalam situasi kehilangan pemimpin, yakni Musa, hal terpenting dan mendesak bagi Yosua adalah menguatkan dan meneguhkan hati (mungkin sama dengan istilah keren sekarang: "move on"). Yosua tidak boleh larut dalam kesedihan dan rasa keterhilangan sosok pemimpin.
Yosua juga telah mengetahui persis kondisi umat yang akan dipimpinnya. Selama 40 tahun perjalanan di padang gurun, generasi awal (yang keluar dari Mesir) sudah meninggal semua, kecuali Yosua dan Kaleb. Generasi itu dihukum Tuhan karena ketidakpercayaan mereka dengan perilaku-perilaku yang tidak sepatutnya mereka miliki dan lakukan. Ia menyaksikan langsung bagaimana Korah, Datan, dan Abiram, ditelan bumi karena pemberontakannya terhadap Musa. Kini, yang ada adalah generasi kedua, yang lahir selama dalam perjalanan, berarti relatif masih muda, namun kondisi kurang lebih sama dengan generasi sebelumnya. Yosua tahu persis tantangan internal yang dihadapinya. Itulah sebabnya ia perlu menguatkan dan meneguhkan hatinya.
Selain itu, Yosua juga mengetahui tantangan eksternal yang sedang menunggu, yaitu: bagaimana menyeberangi sungai Yordan, dan bagaimana menaklukkan tanah Kanaan, yang dihuni oleh orang-orang raksasa, sebagaimana yang mereka ketahui waktu pengintaian tanah Kanaan pada 40 tahun silam. Sungguh suatu tugas yang amat berat, karena itu ia harus menguatkan dan meneguhkan hatinya.
Demikianlah kita sekarang, khususnya hari ini, kuatkan dan teguhkanlah hatimu menjalani aktivitas dalam pimpinan Tuhan. Belajarlah untuk tetap tunduk dan taat pada kehendak Tuhan, yakinilah janji penyertaan-Nya, karena itulah yang akan meneguhkan dan menguatkan dalam menjalani tugas yang Tuhan berikan. Bersama Yesus, kita dapat melakukan perkara besar. Ia yang mahakuasa mampu memberikan kita jalan keluar jika kita menghadapi jalan buntu, sama seperti Israel menyeberangi laut Teberau dan sungai Yordan.
Salam sukses bagi kita semua. Tuhan Yesus memberkati.![]()
Komentar
Posting Komentar