“CURHAT KEPADA TUHAN”
1Samuel 1:7-10
Demikianlah terjadi dari tahun ke tahun; setiap
kali Hana pergi ke rumah TUHAN, Penina menyakiti hati Hana, sehingga ia
menangis dan tidak mau makan. Lalu Elkana, suaminya, berkata kepadanya:
"Hana, mengapa engkau menangis dan mengapa engkau tidak mau makan? Mengapa
hatimu sedih? Bukankah aku lebih berharga bagimu dari pada sepuluh anak
laki-laki?" Pada suatu kali, setelah mereka habis makan dan minum di
Silo, berdirilah Hana, sedang imam Eli duduk di kursi dekat tiang pintu bait
suci TUHAN, dan dengan hati pedih ia
berdoa kepada TUHAN sambil menangis tersedu-sedu.
Hana mendapatkan perlakuan tidak adil dari suaminya, serta mendapat tekanan dari Penina, madunya. Ia tidak punya anak, sehingga lengkaplah kepedihan yang ia alami. Ke mana lagi ia hendak mencurahkan isi hati dan pergumulannya? Namun ia tahu bahwa Tuhan Mahamendengar rintihan setiap umat-Nya. Ia tahu bahwa di Silo, di rumah Tuhan, yaitu rumah doa, ia dapat mengutarakan isi hati dan kepedihannya kepada Tuhan.
Ke manakah biasanya anda curhat? Ini penting. Jika curhat ke manusia, pastikan bahwa tidak ada “bumbu” pada curhat anda guna menyakinkan manusia. Manusia tempat curhat terbatas memahami dan terbatas memberi solusi bagi masalah kita. Tetapi jika curhat kepada Allah, Ia pasti tahu kebenaran masalah orang bersangkutan. Inilah yang dipahami oleh Hana, sehingga ia datang berdoa di Silo. TUHAN mendengar doanya dan melepaskan dari kesengsaraannya.
Hana berdoa, bukan untuk kepentingan dirinya sendiri, melainkan kepentingan pelayanan Tuhan di Silo. Samuel lahir sebagai hasil doa, diserahkan untuk menjadi abdi Allah. Sungguh suatu teladan bagi kita dalam menghadapi pelayanan. Samuel, yang diperoleh melalui doa, menjadi pemimpin yang membawa pembaharuan bagi umat Tuhan. Dengan dukungan doa, Samuel bisa menjaga karakter unggul, berbeda dengan Hofni dan Pinehas, anak-anak imam Eli. Karier Hofni dan Pinehas diakhiri secara tragis oleh Tuhan, sedangkan untuk Samuel, ia semakin disukai, baik di hadapan TUHAN maupun di hadapan manusia (1Sam. 2:26).
Jadi, marilah kita membuka seluruh pergumulan kita melalui doa kepada TUHAN. Dialah yang akan melepaskan dari persoalan, bahkan Dialah yang akan mengangkat posisi kita menjadi lebih tinggi melalui proses pertumbuhan rohani yang sehat. Melalui doa jugalah gereja TUHAN terkelola dan terlayani dengan baik oleh mereka yang dikenan-Nya.
Salam Misioner. Tuhan Yesus memberkati kita.
Komentar
Posting Komentar