"DOSA KARENA LIDAH"

 Yakobus 3:6-10 (TB)

"Lidahpun adalah api; ia merupakan suatu dunia kejahatan dan mengambil tempat di antara anggota-anggota tubuh kita sebagai sesuatu yang dapat menodai seluruh tubuh dan menyalakan roda kehidupan kita, sedang ia sendiri dinyalakan oleh api neraka. Semua jenis binatang liar, burung-burung, serta binatang-binatang menjalar dan binatang-binatang laut dapat dijinakkan dan telah dijinakkan oleh sifat manusia, tetapi tidak seorangpun yang berkuasa menjinakkan lidah; ia adalah sesuatu yang buas, yang tak terkuasai, dan penuh racun yang mematikan. Dengan lidah kita memuji Tuhan, Bapa kita; dan dengan lidah kita mengutuk manusia yang diciptakan menurut rupa Allah, dari mulut yang satu keluar berkat dan kutuk. Hal ini, saudara-saudaraku, tidak boleh demikian terjadi."

Lidah adalah salah satu organ tubuh, indera perasa, yang diciptakan Tuhan. Kegunaannya bagi kita manusia sangatlah besar, demi kebaikan kita dan demi kemuliaan Allah. Organ ini diciptakan untuk memuji Tuhan, tetapi juga terkadang manusia gunakan untuk mengutuk sesamanya. Lidah bentuknya kecil tetapi bisa berdampak besar, ia adalah alat yang dahsyat, yang dapat menjadi pengendali kehidupan manusia. Ia sama dengan api yang kecil, yang dapat membakar hutan yang besar. Waktu api itu masih kecil, ia dapat dikendalikan atau dipadamkan, tetapi lama-kelamaan semakin besar dan tidak terkendali lagi.

Jadi walaupun kecil, lidah itu dahsyat. Kita gunakan untuk apakah lidah kita? Jika digunakan untuk memuliakan Tuhan, syukurlah, itulah yang terbaik. Tetapi jika digunakan untuk melampiaskan hal-hal yang buruk dari dalam perbendaharaan hati kita, maka hati-hatilah! Kelak ia akan berdampak sangat luas sehingga tidak dapat dikendalikan lagi, dan akibatnya hanyalah penyesalan dan hukuman.

Firman Tuhan menasihatkan, agar kita cepat mendengar tetapi lambat berkata-kata, dan juga lambat untuk marah (Yak. 1:19). Memang masing2 orang diberi dua telinga dan satu mulut, itu pun masih dinasehatkan agar lambat berkata-kata, maksudnya adalah agar setiap yang didengar itu diolah dengan baik dan cermat, dipikirkan baik atau buruknya, dipikirkan untung ruginya dan dampaknya, barulah diucapkan secara bijaksana.

Karena itu, marilah kita bijaksana menggunakan lidah masing-masing agar kita tidak jatuh dalam dosa.

Selamat berkativitas, Tuhan Yesus memberkati kita semua.

 

Komentar