"KUTUK MENJADI BERKAT"
"Tetapi TUHAN Allahmu, tidak mau mendengarkan Bileam dan TUHAN, Allahmu, telah mengubah kutuk itu menjadi berkat bagimu, karena TUHAN, Allahmu, mengasihi engkau" (Ulangan 23:5).
Ayat
ini disampaikan Musa kepada orang Israel agar jangan ada seorang Amon atau
seorang Moab bergabung ke jemaah Israel, bahkan sampai keturunan kesepuluh. Itu
adalah akibat perbuatan Balak, raja Moab, yang menyogok Bileam mengutuk Israel
saat lewat di daerah mereka. Tindakan Balak itu adalah bentuk kepanikan
menghadapi Israel yang dipimpin TUHAN dengan tangan-Nya yang kuat. Sangkanya
bahwa jika Bileam mengutuknya maka Israel akan binasa, tapi ternyata tidak
demikian.
Atas
kuasa TUHAN, Bileam justru mengucapkan berkat bagi umat Israel, walaupun telah
disogok oleh Balak untuk mengutuk Israel. Dalam ayat di atas, terjadi
pengulangan sebanyak tiga kali untuk menegaskan siapa itu Allahnya Israel, apa
yang Ia rancangkan bagi umat-Nya, dan apa yang Ia lakukan bagi musuh Israel.
Dia adalah TUHAN yang mengasihi Israel dengan kasih yang sempurna. Israel
adalah umat pilihan-Nya. Sejak penindasan yang dialami Israel di Mesir, Israel
berseru bahkan berteriak kepada TUHAN, dan TUHAN mendengar mereka. Raja Daud
berkata, "Mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar, dan telinga-Nya
kepada teriak mereka minta tolong" (Maz. 34:16). Demikian juga Yakobus
berkata, "... Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat
besar kuasanya" (Yak. 5:16).
Pesan
penting di sini adalah:
Pertama,
Hiduplah dalam kebenaran. Balak, raja Moab, gagal karena ia tidak hidup dalam
kebenaran Allah, bahkan dengan cara yang licik ia hendak menghambat pekerjaan
Allah. Di hadapan manusia mungkin seseorang berhasil bersandiwara, tetapi di
hadapan Allah tidak mungkin, karena Allah Mahatahu. Jika orang duniawi
melakukan kecurangan untuk mencapai tujuannya, itu karena mata rohaninya masih
tertutup sehingga tidak bisa membedakan manakah kehendak Allah. Orang rohani
haruslah berbeda, bahkan harus jadi teladan dalam perkataan dan perbuatan.
Kedua,
Ikutilah dengan setia kemana TUHAN menuntun. Ia telah membuka jalan kepada
orang Israel. Laut Kolsum dan sungai Yordan dibelah untuk membuka jalan bagi
mereka. Air laut Kolsum ditutup kembali untuk membinasakan tentara Mesir yang
hendak membinasakan umat Israel. Ia juga yang meruntuhkan tembok kota Yerikho
untuk memuluskan jalan bagi Israel menguasai tanah Kanaan. Semua itu dilakukan
TUHAN sebagai bukti bagi kita umat-Nya bahwa Dialah yang Mahakuasa. Ia berkuasa
mengubah perkataan Bileam menjadi berkat bagi Israel.
Jadi
jika sesama manusia mengutuki satu dengan yang lain, bagi orang benar TUHAN
bisa mengubahnya menjadi berkat. Tetapi jika TUHAN yang mendatangkan kutuk
terhadap seseorang yang hidupnya tidak beres, maka tidak ada seorangpun yang
bisa menahanya. Karena itu ucapkanlah berkat untuk orang lain.
Selamat
pagi bagi kita semua, semoga kita semua sehat sejahtera menjalani hari ini. ![]()
![]()
Komentar
Posting Komentar